Progrem Latihan

Posted: Februari 21, 2010 in kuLiah
Tag:,

PENYUSUNAN PROGRAM LATIHAN BERDASARKAN

PRINSIP KENESIOLOGI

1. Analisa Jenis Gerakan

Analisis gerakan sepak sila pada olahraga sepak takraw, dimana gerakan dengan kaki membentuk huruf T, yang digunakan untuk melakukan gerakan tersebut. Dalam melakukan gerakan sepak sila, tulang-tulang yang menjadi pendukung untuk melakukan gerakan tersebut, yaitu extremitas inferior (anggota tubuh bagian bawah) yang disusun oleh cingulum inferior yang meliputi antara lain:

  • Os femur                                         Os tarsalia                                Os patela
  • Os tibia                                            Os mettatarsalia, dan
  • Os fibula                                          Os phalangelis

Kedua gelang pinggul kanan dan kiri bertaut dengan os sacrum, diikat oleh ligamentum yang kuat di daerah posterior dan kedua gelang pinggul kanan kiri tersebut di bagian anterior membentuk pelvis.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pada rangka anggota badan bawah dapat dibedakan :

  • Tulang-tulang gelang pinggul terdapat os pubis, os illium, dan os ischium.
  • Tulang-tulang anggota badan bawah yang bebas meliputi os femur, ossa cruis, os pattela, ossa pedis.
  1. 2. Gerakan yang terjadi pada otot

Dalam melakukan sepak sila di olahraga sepak takraw, gerakan sepak sila ini harus didukung oleh otot-otot yang bekerja di anggota tubuh bagian bawah yaitu baik tungkai atas dan tungkai bawah. Berikut ini adalah otot-otot yang bekerja dalam kaitannya seseorang melakukan sepak sila dan juga macam-macam gerakan yang terjadi pada articulatio coxae yang merupakan persendian antara femur dengan coxae yang dibentuk oleh acetabullum dengan caput femoris, yaitu sebagai berikut :

  • Gerakan Antefleksi

Macam-macam otot-otot yang bekerja pada gerakan antefleksi tersebut, antara lain yaitu :

  1. M. Pectineus                                                                                    f. M. Rectus femoris
  2. M. Sartorius                                                                                    g. M. Abductor magnus
  3. M. Adductor longus                                                                         h.M. Gluteus minimus
  4. M. Gluteus medius                                                                           i. M. Tensor fasciae latae
  5. M. Adductor brevis                                                                         j.  M. Gracillis

Jika antefleksio dari keadaan retrofleksio, maka otot-otot yang bekerja sebagai berikut :

  • m. Quadratus femoris & m. Abturator axternus
  • m. psoas mayor yang ber origo dicorpora vertebralia lumbalia 1 s/d 4. Ber insertio trochanter minor.
  • M. Psoas minor. Yang ber origo di corpus vertebrae thoracalis XII dan lumbalis I. Dan ber insertio di aminentia iliopectinea
  • M. Illiacus. Yang ber origo di fossa illiaca. Dan ber insertio di throchanter minor.
  • M. Rectus femoris. Ber origo di caput rectum dan caput obliquum, spina illiaca anterior inferior. Ber insertio di pattela.
  • M. Sartorius. Ber origo di spina illiaca anterior posterior. Insertio tuberositas tibiae.
  • M. Graciallis. Ber origo di ramus inferior ossis pubis. Insertio tuberositas tibiae.
  • M. Gluteus medius. Ber origo di linea gluteia anterior. Insertio trochanter mayor.
  • M. Gluteus minimus. Ber origo di linea glutea inferior. Insertio trochanter mayor.
  • M. Quadratus femoris. Ber origo di tuber ischiudium. Insertio crista intertrochanterrica.
    • Gerakan Retrofleksio

Macam-macam otot yang bekerja di dalam gerakan retrofleksio, yaitu antara lain :

a.  m. gluteus maximus.                                     e. M. biceps femoris

b. m. semi membranomus.                                            f. M. semitendinosus

c. m. gluteus medius                                                      g. m. adductor magnus

d. m. kuadratus femoris

  • M. gluteus maximus. Ber origo di linea glutea posterior, dataran dorsal os sacrum dan ligamentum sacrotuberosum. Insertion di tuberositas glutea dan fascia latae.
  • M. semi membranosus. Ber origo di tuber ischiudium dan insertio condylus  medialis tibiae.
    • Gerakan Abduksio

Macam-macam otot-otot yang bekerja, yaitu antara lain :

a.  m. piriformis             d. m. gluteus minimus                            g. m. gluteus maximus

b. m. rectus femoris                  e. m. gluteus medius

c. m. Sartorius                          f.  m. tensor fasciae latae

  • Gerakan Adduksio (gerakan tungkai atas kembali dekat ke bidang median)

Macam-macam otot yang bekerja :

  1. m. Pectineus                                                     f. m. Gracillis
  2. m. Semimembranosus                                       g. m. semitendinosus
  3. m. Psoas mayor                                                h. m. Adductor magnus
  4. m adductor brevis                                             i.  m. adductor longus
  5. m. Gluteus maximus                                          j.  m. Illiacus

Gerakan Pada Articulatio Genus

a. Gerakan Flexio

macam-macam otot yang bekerja :

1. m. Popliteus                                      4. m. Semimembranosus                       7. m sartorius

2. m. gastrocnemius                                          5. m. Gracillis

3. m. semitendinosus                                         6. m. Biceps femoris

m. popliteus. Origo. Condylis lateralis femoris. Insertio linea poplitea

b. Gerakan Extensio

1. m. Tensor fasia latae;

2. m.quadriceps, terdiri dari 4 otot, yaitu:

  • m. Rectus femoris
  • m. Vastus medialis
  • m. Vastus lateralis
  • m. Vastus intermedius

ü            m. Vastus medialis. Origo. Labium mediale lineae asperac dan proximal sampai basis throchanter minor.

ü            M. Vastus lateraslis. Origo. Labium laterale lineae asperac dan proximal sampai basis trochanter mayor.


c. gerakan exoratio (outward rotation)

macam-macam otot-otot yang bekerja adalah:

  • M. tensor fasiae latae
  • M. gatrocnemius
  • M. biceps femoris

d. gerakan endorotatio

macam-macam otot-otot yang bekerja adalah:

  • M. Gracillis                                           m. sartorius
  • M. semitendinosus                                m. semimembranosus

Gerakan Pada Kaki

Hubungan tungkai bawah dengan kaki dibentuk oleh articulatio talocruralis. Pada articulatio ini gerakan yang terjadi berupa fleksi plantar ( yang sebenarnya gerakan fleksi ) dan fleksi dorsal ( yang sebenarnya gerakan extensi ).

Articulatio talocruralis terjadi oleh karena ligamentum tibiofibularis yang bersifat elastis. Ligamentum yang memperkuat persendian talocruralis ini adalah disebelah medial ligamentum: 1) calceneotibiali; 2) talotibiale posterius; 3) tibionaviculare; 4) talotibiale anterius; sedangkan yang berada di lateral adalah ligamentum: a) talofibulare postrius; b) calcaneofibulare.

Gerakan pada persendian Talocruralis

a. Gerakan fleksi

macam-macam otot yang bekerja adalah:

  • M. gastrocnemius                     m. flexor digitorum longus                     m. poronaes longus
  • M. fleksor hallucis longus          m. tibialis posterius                                m. poroneus brevis

soleus. Origo. Capitulum fibulae, corpus fibulae, lengkung urat capitulumfibulae dan linea poplitea. Insertio: tuber calcanea

m. soleus dengan m. gastrocnemius disebut juga dengan m. triceps curae

m. fleksor hallucis longus. Origo. 2/3 bagian distale fibulae dataran medial. Insertio. Tendonny melalui malleolus medialis disebelah dorsal untuk menuju phalanx terakhir dari jari 1.

m. poroneus longus. Origo. Capitulum fibulae bagian proximal tepi dorsal. Insertio. Tendonnya, mallioli ke distal, kemudian bergerak ke telapak kaki.

m. poroneus brevis. Origo. Caput fibulae dataran lateral. Insertio. Tendonnya melalui malleolis lateralis kemudian pergi ke distal untuk melekat pada tuberositas ossis mettatarsal.

b. gerakan extensio ( dorsi fleksi )

macam-macam otot yang bekerja adalah:

  • M. exttensor hallucis longgus;

Origo. Dataran mediale corpus fibulae 2/3 bagian distal. Insertio. Tendonnya pergi ke dorsum pedis untuk melekat pada phalanx I dan 2 dari jari 1.

  • M. extensor digitorum longus

Origo. Epycondilus laterale tibiae, capitulum fibulae dataran ventral, corus fibule dataran ventral 2/3 bagian prximal. Insertio. Tendonnya pergi ke dorsum pedis.

  • M. tibialis anterior

3. Bentuk Anatomi yang sesuai Pergerakan yang terjadi

Melihat bentuk anatomi pada tungkai bawah, maka pergerakan yang sesuai untuk melakukan gerakan sepak sila yaitu sebagai berikut:

a. pada articualatio coxae          : gerakan abduksi tungkai atas; gerakan adduksi.

b. pada articulatio genus            : gerakan fleksi, axtensi, xorotasi, dan endorotasi

c. pada pergelangan kaki          : pada talocruralis, gerakan yang terjadi yaitu gerakan fleksi ( fleksi plantar ), dan dorsi fleksi

4. Cara Melatih Berdasarkan Bentuk Anatomi

Dari analisis gerakan di atas, maka kita dapat mengetahui dan bagaimana cara memberikan latihan yang cocok untuk gerakan sepak sila tersebut. Tentunya gerakan ini berdasarkan atas analisa mengenai alat gerak aktif seperti otot-otot yang digunakan, ligament yang menjadi pendukung dan tulang-tulang yang menjadi alat gerak pasif tersebut.

Latihan yang dilakukan berdasarkan bagian tubuh mana yang sering digunakan dalam melakukan sepak sila yaitu bagian tubuh bagian bawah ( tungkai bawah ), adalah sebagai berikut:

  • Posisi duduk
  • Kedua kaki merapat, cium lutut kedua kaki tersebut.
  • Kaki kanan lurus, yang kiri dittekuk keluar dengan sudut 30 derajat. Dan kemudian cium lutu kaki kanan, setelah itu cium lutut kaki kiri. Begitu sebaliknya dengan kaki kiri apabila diluruskan.
  • Kedua kaki mengkangkang. Julurkan kedua tangan ke depan.
  • Kedua kaki mengkangkang. Cium kaki kanan.
  • Kedua kaki mengkangkang. Cium kaki kiri.
  • Kaki kanan ditekuk ke dalam, dan kaki kiri tetap lurus. Begitu sebaliknya.
  • Posisi Berdiri
  • Kedua kaki merapat, kemudian badan di bongkokkan dengan diikuti mencium lutut.
  • Kedua kaki membuka, cium kaki kanan dan kemudian kaki kiri.
  • Kaki kanan disilangkan di depan kaki kiri, dan cium lutut kaki kanan tersebut. Begitu sebaliknya.
  • Kaki kiri lurus, digunakan sebagai penopang badan. Kemudian kaki kanan diangkat dengan ditekuk dibntu dengan kedua tangan sebagai penahan. sebaliknya
  • Kaki kiri lurus, pegang ujung kaki kanan, kemudian tarik ke atas. Sebaliknya.

( semua pemanasan dilakukan dengan hitungan 2×8 )

( gerakan sepak sila pada sepak takraw )



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s