UU olahraga no 9

Posted: November 5, 2009 in kuLiah, Uncategorized
Tag:

UU Olahraga Diundangkan 9 September

Undang-Undang (UU) Keolahragaan Nasional diharapkan mulai diundangkan oleh Presiden RI 9 September mendatang bertepatan dengan peringaran Hari Olahraga Nasional (Haornas). Ketua Komisi X DPR RI Heri Akhmadi saat uji publik Rancangan Undang-Undang (RUU) Keolahragaan Nasional di Surabaya, Rabu mengatakan, RUU Keolahragaan Nasional ini akan dibahas dalam sidang paripurna DPR 6 September dan bila lolos diharapkan mulai diundangkan 9 September nanti. “Jika dalam 6 September nanti lolos, maka diharapkan 9 September bertepatan dengan Haornas bisa diundangkan oleh Presiden RI. Ini merupakan hadiah bagi seluruh insan olahraga di Indonesia untuk memacu prestasi dan menata organisasi,” katanya.

Untuk menampung aspirasi terakhir dari masyarakat umum, menurut dia, RUU olahraga akan disosialisasikan dengan uji publik pada lima kota di Indonesia masing-masing Surabaya, Makassar, Denpasar, Bandung dan Padang. Uji publik ini dimaksudkan mengkonsultasikan pembentukan UU kepada publik, agar dapat diserap semaksimal mungkin dan aspirasitif sehingga UU Olahraga ini menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.

Heri mengharapkan, RUU Olahraga ini nanti bisa lolos dengan sempurna, karena sekarang banyak UU yang belum diaktifkan (masa transisi), setelah keluar Perpu yang menunda pelaksanaanya. Sebagai contoh, ia menunjuk, UU Ketanagakerjaan yang ditunda pelaksanaannya, karena ada Perpu, selain itu ada juga UU yang baru diberlakukan sudah direvisi, karena banyak kekurangannya seperti UU Yayasan. Ia menyatakan, pembuatan RUU olahraga ini dibuat, setelah melakukan studi banding ke Prancis, Australia dan Singapura, karena ketiga negara itu sistem pemerintahannya hampir sama dengan Indonesia, yang memiliki Departemen Pemuda dan Olahraga. “Hanya pebedaannya, di Prancis pemerintah menyediakan anggaran yang dirumuskan asosiasi-asosiasi atau klub-klub bidang olahraga dengan tenaga pelatih yang dibayar pemerintah bahkan pelatih klub mempunyai hak mengajukan pelatih,” katanya memberi contoh.

Heri mengaku terkesan dengan gagasan Gubernur Jatim yang juga Ketua Umum KONI Jatim H Imam Utomo yang meminta agar pembinaan cabang olahraga dibagi di setiap propinsi, agar lebih fokus, efisien dan prestasi bisa maksimal. Konsultasi publik ini diselenggarakan tiga lembaga yaitu Universitas Surabaya, Pemerintah Propinsi Jatim dan Ikatan Sarjana Olahraga Indonesia (ISORI) Jatim. (*/lpk)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s