PENDIDIKAN

Posted: Desember 24, 2009 in kuLiah, talking-talking
Tag:,

the first my experience

PENDIDIKAN

Posted: November 5, 2009 in kuLiah, Uncategorized
Tag:

Pengertian KTSP

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan ini meliputi tujuan pendidikan nasional. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk menentukan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang system pendidikan nasional dan Peraturan Pemerintah Republic Indonesia nomor 19 tahun 2005 (PP 19/2005) tentang Standard Nasional Pendidikan mengamanatkan pada kurikulum pada KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Kelulusan (SKL) serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Selain itu, penyusunan KTSP juga harus mengikuti ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003 dan PP 19/2005.

KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.

B. Prinsip Pengembangan KTSP

KTSP dikembangkan sesuai dengan relevensinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. Pengembangan KTSP mengacu pada SI dan SKL dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BNSP, serta memperhatikan pertimbangan komite sekolah/madrasah. Penyusunan KTSP untuk pendidikan khusus dikoordinasi dan disupervisi oleh dinas pendidikan provinsi, dan berpedoman pada SI dan SKL serta panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BNSP.

KTSP dkembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.

Beranggapan

  1. Beragam dan terpadu
  2. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
  3. Relevan dengan kebutuhan kehidupan.
  4. Menyeluruh dan berkesinambungan.
  5. Belajar sepanjang hayat.
  6. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.

C. Acuan Operasional Penyusunan KTSP

KTSP disusun dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut.

  • Peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia.
  • Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik.
  • Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan.
  • Tuntutan pembanganan daerahdan nasional.
  • Tuntutan dunia kerja.
  • Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
  • Agama
  • Dinamika perkembangan global.
  • Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan.
  • Kondisi sosial budaya masyarakat setempat.
  • Kesetaraan jender.
  • Karakteristik satuan pendidikan.

D. Komponen KTSP

  • Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan

Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah dirumuskan mengacu pada tujuan umum pendidikan berikut.

  • Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
  • Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
  • Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejurusannya.
  • Struktur dan Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Struktur dan muatan KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang tertuang dalam SI meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut:

  • Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.
  • Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian..
  • Kelompok mata pelajaran dan ilmu pengetahuan dan teknologi
  • Kelompok mata pelajaran estetika.
  • Kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan.

Muatan KTSP meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan. Di samping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam isi kurikulum.

  1. Mata Pelajaran

Mata pelajaran beserta alokasi waktu untuk masing-masing tingkat satuan pendidikan berpedoman pada struktur kurikulum yang tercantum dalam SI.

  1. Muatan Lokal
  2. Kegiatan Pengembangan Diri
  3. Pengaturan Beban Belajar
  4. Ketuntasan Belajar
  5. Kenaikan Kelas dan Kelulusan
  6. Penjurusan
  7. Pendidikan Kecakapan Hidup
  8. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global

10.  Kalender Pendidikan

E. Pengembangan Silabus

Pengertian Silabus

Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

Prinsip Pengembangan Silabus

1    ilmiah

Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggung jawabkan secara keilmuan.

2.   Relevan

Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spiritual peserta didik.

3.   Sistematis

Komponen-komponen silabus sering berhubungan secara funsional dalam mencapai konsistensi.

4.   konsistensi

Adanya hubungan yang konsisten (ajeg) antara kompetensi dasar, indikator, dan materi pokok/ pembelajaran, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian.

5.   Memadai

Cakupan indikator, materi pokok/pembelajaran, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.

6.   Aktual dan Konsektual

Cakupan indikator, materi pokok/ pembelajaran, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.

7.   Fleksibel

Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.

8.   Menyeluruh

Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, dan psikomotor).

Pengembangan Silabus

Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau kelompok dalam sebuah sekolah/ madrasah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) pada atau Pusat Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas Pendidikan.

1.   disusun secara mandiri oleh guru apabila guru yang bersangkutan mampu mengenali karakteristik peserta didik, kondisi sekolah/ madrasah dan lingkungannya.

2.   apabila guru mata pelajaran karena suatu hal belum dapat melaksanakan pengembangan silabus secara mandiri, maka pihak sekolah/ madrasah dapat mengusahakan untuk membentuk kelompok guru mata pelajaran untuk mengembangkan silabus yang akan digunakan sekolah/madrasah.

3.   di SD/MI semua guru kelas, dari kelas 1 sampai dengan kelas VI, menyusun silabus bersama. Di SMP/MTs untuk mata pelajaran IPA dan IPS terpadu disusun secara bersama oleh guru yang terkait.

4.   sekolah yang belum mampu mengembangkan silabus secara mandiri, sebaiknya bergabung dengan sekolah lain melalui forum MGMP/PKG untuk bersama-sam mengembangkan silabus yang akan digunakan oelh sekolah-sekolah dalam lingkup setempat.

5.   dinas Pendidikan/Departemen yang menangani urusan pemerintah di bidang agama setempat dapat memfasilitasi penyusunan silabus dengan membentuk sebuah tim yang terdiri dari para guru berpengalaman di bidangnya masing-masing.

Langkah-langkah Pengembangan Silabus

1.   Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar sebagaimana tercantum pada Standar Isi, dengan memperhatikan hal-hal berikut:

  1. Urutan berdasarkan hirarki konsep disiplin ilmu dan atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI;
  2. Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran;
  3. Keterkaitan antara kompetensi dan kompetensi antar mata pelajaran.

2.   Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran

Mengidentifikasi materi pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar dengan mempertimbangkan:

  1. Potensi peserta didik;
  2. Relevansi dengan karakteristik daerah,
  3. Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual peserta didik;
  4. Kebermanfaatan bagai peserta didik;
  5. Struktur keilmuan;
  6. Aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran;
  7. Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan; dan
  8. Alokasi waktu.

3.   Mengembangkan Kegaitan Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui antar peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembalajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalamn belajar menyangkut kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.
  2. Kegaitan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.
  3. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hirarki konsep materi pembelajaran.
  4. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa, yaitu kegiatan siswa dan materi.

4.   Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi

Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Indikator dikembangkan berdasarkan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukut dan atau dapat diobservasi. Indikator dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.

5.   Penentuan Jenis Penilaian

Penilaian dilakukan melalui tes dan nontes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.

Penilaian merupakan serangkaian kegaitan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.

6.   Menentukan Alokasi Waktu

Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kompetensi dasar. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam.

7.   Menentukan Sumber Belajar

Sumber belajar adalah rujukan, objek dan atau bahan yang digunakan dalam pembelajaran, yang berupa media cetak dan elektronik, narasumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi.

Teknologi Pembelajaran

1 Ranah Pengembangan

Akar ranah pengembangan ialah kawasan produksi media dan kemampuan media dalam menyampaikan juga telah membuat perubahan dalam bidang tersebut. Meskipun perkembangan buku teks dan alat pembantu terlebih dahulu, munculnya film merupakan titik awal kemajuan dalam gerakan era audiovisual pada era modern dalam teknologi pembelajaran. Pada dasawarsa 1930an film mulai digunakan dalam pembelajaran. Sisi lain munculnya film adalah berdirinya perusahaan film. Penelitian tentang film dilakukan dan di organisasi – oraganisasi komersial seperti The Society For Visual Education didirikan, peristiwa itu tidak saja merangsang produksi materi ini, seperti Educational Screen dan See and Hear.

Selama perang PD II, banyak tipe bahan pembelajaran dihasilkan untuk pelatihan militer, khususnya film ( Seatlerm 1968 ). Setelah perang, media  televisi juga diterapkan dalam pendidikan, sebuah genre baru program televisi muncul. Di sisi lain, dukungan pemerintah untuk mendanai dalam skala besar menunjang proyek – proyek kurikulum yang memadukan berbagai tipe media pembelajaran yang lain. Selama akhir dasawarsa 1950-an dan awal 1960-an materi pembelajaran  berprograma dikembangkan. Menjelang 1970-an komputer digunakan untuk pembelajaran, dan permainan-permainan simulasi sudah tampak dimainkan di sekolah-sekolah. Selama dasawarsa 1980-an teori dan praktek dalam bidang pembelajaran yang dibantu oleh komputer juga berkembang subur dan menjelang 1980-an multi media yang dipadu dengan komputer menjadi bagian dari ranah itu.

Di dalam ranah pengembangan, terdapat hubungan yang komplek antara teknologi dan teori yang mengendalikan rancangan pesan dan strategi pembelajaran. Peada dasarnya, ranah pengembangan dapat dideskripsikan oleh:

  • Pesan berdasarkan isi pembelajaran
  • Strategi pembelajaran berdasarkan teori, dan
  • Manifestasi fisik
  • Materi pembelajaran

Ranah pengembangan dapat diorganisasikan menjadi 4 kategori:

1.1.1 Teknologi Cetak

Teknologi cetak adalah cara-cara untuk memproduksi atau menyebarkan materi, seperti buku dan materi visual statis, yang pada umunya dilakukan melalui proses cetak mekanis atau fotografis. Subkategori ini mencakup teks, grafis dan sajian atau reproduksi foto. Materi cetak dan visual melibatkan teknologi yang paling dasar. Materi ini memberikan dasar baik untuk perkembangan maupun pemanfaatan kebanyakan materi dalam bentuk hardcopy. Teks yang ditampilkan oleh kompeter merupakan contoh pemanfaatan teknologi berbasis komputer untuk produksi. Apabila teks itu dicetak dalam hardcopy dan digunakan untuk pembelajaran, hal itu merupakan contoh penyebaran dalam teknologi cetak.

Cara untuk mengorganisasikan informasi cetak dan informasi visual memberikan kontribusi pada tipe belajar yang akan terjadi. Pada level yang paling dasar, buku teks yang sederhana dapat diorganisasikan secara urut, namun juga bisa diatur menurut “kesukaan pemakai”. Bentuk lain teknologi cetak seperti teknologi berprograma sudah dikembangkan berdasarkan norma teoritis dan strategi pembelajaran lain. Secara specifik, teknoogi cetak/visual memiliki karakteristik sebagai berikut :

  • Teks dibaca secara linier, sedangkan visual disajikan secara paralel
  • Keduanya merupakan media satu arah, yaitu komunikasi reseptif
  • Pengembangan keduanya bergantung pada prinsip – prinsip kebahasan dan persepsi visual
  • Kedua berpusat pada pembelajar
  • Informasi dapat dioraganisasi dan ditata lagi oleh pemakai.

2 Teknologi Audiovisual

Adalah cara untuk memproduksi atau menyebarkan materi dengan menggunakan mesin mekanis dan atau elektronis untuk menyajikan pesan auditori dan visual. Secara spesifik, teknologi audiovisual cenderung memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Bersifat linier
  • Menyajikan visual dinamis
  • Digunakan dalam cara yang ditentukan oleh perancang
  • Cenderung menyajikan konsep real dan abstrak fisik
  • Dikembangkan menurut prinsip teknologi behavioral dan psikologi positif
  • Sering berpusat pada guru dan tidak banyak melibatkan kegiatan pembelajara secara interaktif.

3 Teknologi Berbasis Komputer

Adalah cara untuk menghasilkan atau menyebarkan materi dengan menggunakan sumber – sumber yang didasarkan pada mikro prosesor. Teknologi berbasis komputer, baik perangkat keras maupun perangkat lunak, pada umumnya memiliki karakteristik sebagai berikut:

ü  Dapat digunakan secara random atau tidak urut.

ü  Dapat digunakan sesuai dengan kemauan pebelajar.

ü  Konsep – konsepnya biasanya disajikan dalam bentuk simbol – simbol, kata – kata, dan grafik.

ü  Belajar dapat berpusat pada siswa dan menghendaki kegiatan pembelajaran secara interaktif.

4 Teknologi Terpadu

Adalah cara – cara untuk memproduksi dan menyebarkan materi yang mengandung beberapa bentuk media dengan panduan komputer. Banyak kalangan percaya bahwa teknoogi yang paling canggih untuk pembelajaran melibatkan panduan bebrapa bentuk media dengan panduan komputer. Contoh – contoh komponen perangkat keras dari sistem yang terpadu dapat melibatkan komputer dengan kemampuan materi berskala besar, dengan hard drive internal dengan color monitor beresolusi tinggi.

Pembelajaran dengan teknologi terpadu memiliki karakteristik sebagai berikut:

ü  Dapat digunakan secara random atau acak

ü  Dapat digunakan sesuai dengan kemauan pebelajar.

ü  Konsep – konsep disajikan secara realistik dalam konteks pembelajaran.

ü  Materi memadukan kata dan imagery dari sumber – sumber media.

Autisme dalam Penjas

Posted: November 5, 2009 in kuLiah, Uncategorized
Tag:,

1 Pengertian Autisme

  • Istilah “autis” berasal dari kata auto yang berarti diri sendiri, sedangkan kata isme berarti aliran, paham atau pandangan. Dengan demikian secara etimologis berarti suatu pandangan atau paham yang tertarik hanya pada diri sendiri. Autis dikatakan sebagai gangguan perkembangan yang kompleks yang menyangkut aspek komunikasi, interaksi sosial, dan aktivitas jasmani. ( Suryana, 2004 )
  • Sedangkan secara medis, autis dikatakan sebagai gangguan perkembangan yang kompleks menyangkut aspek komunikasi, interaksi sosial, dan aktivitas jasmani.

( Suryana, 2004 )

2 Karakteristik dari anak autis

Sebenarnya karakteristik dari anak autis tersebut digolongkan berdasarkan luasnya gangguan terhadap mental si anak pengidap autis, apakah tergolong gangguan berat, sedang, ringan. Tetapi dalam makalah ini, tim penyusun menjadikan satu kumpulan karakteristik langsung. Karakteristik anak autis sangat serupa dengan karakteristik orang yang sedang tripping ( pengalaman halusinasi yang disebabkan oleh obat – obatan yang menimbulkan khayal ) karena mengidap LSD ( Lysergic acid diethylamide ) adalah senyawa kristal C20 H25 N3 O yang diturunkan dari asam lysergik, sebuah komponen jamur orgat claviceps purpurea. Jamur penyakit yang menyerang gandum – ganduman. LSD digunakan sebagai obat pembangkit halusinasi yang kuat.

Karakteristik lainnya sibuk dengan sendirinya secara ekstrem; rasa tidak aman, kelabilan postural; kepekaan indrawi berlebihan; paranoid; sulit berkomunikasi. Tanda – tanda autis yaitu tidak bisa mengusai atau sangat lamban dalam penguasaan bahasa sehari – hari, hanya bisa mengulang beberapa kata, mata yang tidak jernih atau tidak bersinar, tidak suka atau tidak bisa atau tidak mau melihat mata orang lain, hanya suka akan mainannya sendiri, serasa dia punya dunianya sendiri, tidak suka berbicara dengan orang lain, tidak suka atau tidak bisa menggoda orang lain.

3 Penanganan Anak Autisme

Dalam suatu lembaga pendidikan seperti Sekolah Luar Biasa ( SLB ) bagi anak autis, tidak jarang jika penanganan anak autis selain melalui suatu bimbingan dan sosialisasi – sosialisasi juga menggunakan suatu terapi – terapi yang berfungsi untuk meminimalisir dari keAutisan itu. Berikut adalah cara penanganan anak autis dengan menggunakan suatu terapi – terapi yaitu sebagai berikut :

  • Auditory Integration Therapy yaitu terapi integration pendengaran. Karena sebagian anak autis sangat peka terhadap bunyi. Terapi ini dilakukan untuk mengurangi sinyal – sinyal yang membingungkan dipusat pendengaran.
  • Sensory Integration Therapy yaitu terapi integrasi inderawi. Membantu menyembuhkan gerakan tubuh yang labil dengan cara melalui stimuli sentuhan.
  • Terapi Wicara yaitu untuk membantu melancarkan otot – otot mulut sehingga membantu anak berbicara lebih baik.
  • Terapi Okupasi yaitu untuk melatih motorik halus anak.

1 Penyelenggaraan Sekolah Bagi Autis

Bentuk Pelayanan Pendidikan dapat diselenggarakan di SLB khusus bagi anak autis. Berdasarkan badan penyuluhan dunia tentang anak berkebutuhan khusus, menyatakan bahwa penderita autis semakin tahun semakin meningkat sangat drastis, penderita sebagian besar adalah anak – anak.

Di dalam pelaksanaan penyelenggaraannya kita mengenal macam-macam bentuk penyelenggaraan pendidikan anak autis yaitu sebagai berikut:

  1. Penyelenggaraan bimbingan dan penyuluhan di sekolah khusus tersebut.
  2. Kelas khusus apabila anak autis untuk membedakan dari gejala – gejalanya, apakah tergolong ringan, sedang, berat. Apabila gejalanya ringan, maka dikelompokkan ke kelas yang memiliki tingkat ke autisannya ringan. Setelah membentuk kelas – kelas khusus tersebut maka akan adanya pendiagnosaan ( mengetahui kelemahan dan kelebihan ) untuk mengetahui perkembangannya. Kelas khusus itu ada pada tiap sekolah dan masih merupakan bagian dari sekolah yang bersangkutan. Kelas khusus itu dipegang oleh seorang pendidik yang berlatar belakang PLB dan atau Bimbingan dan Penyuluhan atau oleh seorang guru yang cakap membimbing anak.
  3. Sekolah Luar Biasa bagian autis tanpa asrama Bagi Anak autis yang perlu dipisah belajarnya dengan teman yang lain karena gejala yang di idap si anak autis tersebut.
  1. Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada peserta didik dalam upaya menemukan pribadi, menguasai masalah yang disebabkan oleh kelainan yang disandang, mengenali lingkungan dan merencanakan masa depan. Bimbingan diberikan oleh guru pembimbing, bimbingan juga bisa dilakukan dengan keterampilan konseling yang dilakukan oleh guru pembimbing.
  2. Rehabilitasi merupakan upaya bantuan medik, sosial, dan keterampilan yang diberikan kepada peserta didik agar mampu mengikuti pendidikan di SLB. Bimbingan dan rehabilitasi melibatkan para ahli terapi fisik, ahli terapi bicara, dokter umum, dokter spesialis, ahli psikologi, ahli pendidikan luar biasa, perawat dan pekerja sosial( yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu melalui terapi ).

2 Pendidikan Jasmani pada Anak Autis

Pendidikan Jasmani dalam mengembangkan gerak anak autis yaitu bagaimana kita menerapkan gerak lokomotor dan nonLokomotor. Gerak lokomotor bisa dilakukan dengan jalan – jalan dengan bernyanyi atau dengan lari – lari kecil, gerak nonlokomotor bisa dilakukan dengan gerakan menimang – nimang bola dengan kedua tangan, melempar bola dengan kedua tangan atau bergantian antara tangan kiri dan tangan kanan, dan gerakan menendang bola dengan kaki kanan atau kaki kiri.

Demi menjamin kesetaraan dan kesesuaian program pendidikan luar biasa autis dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan, kemampuan peserta didik autis serta keefektivitasan dan keefesiensian, penyelenggaraan pendidikan luar biasa autis dapat memilih pola-pola berikut :

  1. Pendidikan Luar Biasa autis merupakan gabungan semua satuan pendidikan. Menurut pola ini, hanya terdapat satu bentuk yang menyelenggarakan semua satuan pendidikan sesuai dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan.
  2. Pendidikan Luar Biasa autis dibagi menurut satuan pendidikan. Menurut pola ini terdapat 3 (tiga) bentuk yaitu SDLB, SLTPLB dan SMLB yang masing-masing disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan.
    Penyelenggaraan pendidikan bagi peserta didik autis yang memiliki kecerdasan normal dapat dilaksanakan bersama dengan anak normal melalui pendidikan terpadu dan atau kelas khusus

Jenis-jenis penelitian Hukum Normatif

1         Penelitian inventarisasi hukum positif

Yaitu merupakan kegiatan mengkritisi yang bersifat mendasar untuk melakukan penelitian hukum dai tipe-tipe yang lain.

Ada 3 (tiga) kegiatan pokok dalam melakukan penelitian inventrisasi hokum posiif tersebut, yaitu :

–         Penetapan criteria identifikasi untuk menyeleksi norma-norma yang dimasukan sebagai norma hukum positif dan norma yang dianggap norma sosial yang bukan hukum.

–         Mengumpulkan norma-norma yang sudah diidentifikasi sebagai norma hukum tersebut.

–         Dilakukan pengorganisasian norma-norma yang sudah di identifikasikan dan di kumpulkan kedalam suatu sistem yang menyeluruh (kompherensif).

Ada 3 (tiga) konsep pokok dalam melakukan kriteria identifikasi :

2         Persepsi Legisme

Yaitu bahwa hukum identik dengan norma-norma tertulis yang dibuat dan diundangkan oleh lembaga atau oleh pejabat yang berwenang.

Berdasarkan konsep tersebut pada kegiatan berikutnya hanya dikumpulkan hukum perundang-undangan atau peraturan-peraturan tertulis saja.

3         Konsepsi yang menekankan pentingnya norma hokum tidak tertulis untuk ikut serta disebut sebagai hukum.

Meski tidak tertulis apabila norma itu secara konkrit dipatuhi oleh anggota masyarakat setempat maka norma ini harus dianggap sebagai hukum.

4         Konsepsi bahwa hukum identik dengan putusan hakim.

2.   Penelitian terhadap Azas Hukum

Dilakukan terhadap norma-norma hukum yaitu yang merupakan patokan untuk bertingkah laku atau melakukan perbuatan yang pantas.

Penelitian terhadap asas hukum merupakan unsur idea dari hukum.

Azas Hukum bisa berupa :

5         Azas Konstitutif yaitu azas yang harus ada dalam kehidupan suatu siste hukum atau disebut azas hukum umum.

6         Azas regulatif yaitu azas yang diperlukan untuk dapat berprosesnya suatu sistem hukum tersebut.

3.   Penelitian untuk menentang hukum (inkronito)

Penelitian ini merupakan usaha untuk menemukan apakah hukum  yang diterapkan sesuai untuk menyelesaikan perkara atau masalah tertentu, dimanakah bunyi peraturan ditemukan,dsb.

4.   Penelitian terhadap sistimatika hukum.

Penelitian ini dilakukan terhadap bahan hokum primer dan skunder.

Kerangka acuan yang di gunakan adalah pengertian-pengertian dasar yang terdapat dalam sistem hukum (masyarakat hukum, subjek hukum, peristiwa hukum, hubungan hukum hak dan kewajiban).

5.   Penelitian terhadap taraf sinkronisasi vertikal dan horizontal.

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan sampai sejauh manakah suatu perundang-undangan tertentu serasi secara vertikal maupun horizontal.untuk dapat melakukan penelitian tersebut  lebih dahulu harus dilakukan inventarisasi perundang-udangan yang mengatur bidang hukum yang telah di tentukan untuk di teliti.

UU olahraga no 9

Posted: November 5, 2009 in kuLiah, Uncategorized
Tag:

UU Olahraga Diundangkan 9 September

Undang-Undang (UU) Keolahragaan Nasional diharapkan mulai diundangkan oleh Presiden RI 9 September mendatang bertepatan dengan peringaran Hari Olahraga Nasional (Haornas). Ketua Komisi X DPR RI Heri Akhmadi saat uji publik Rancangan Undang-Undang (RUU) Keolahragaan Nasional di Surabaya, Rabu mengatakan, RUU Keolahragaan Nasional ini akan dibahas dalam sidang paripurna DPR 6 September dan bila lolos diharapkan mulai diundangkan 9 September nanti. “Jika dalam 6 September nanti lolos, maka diharapkan 9 September bertepatan dengan Haornas bisa diundangkan oleh Presiden RI. Ini merupakan hadiah bagi seluruh insan olahraga di Indonesia untuk memacu prestasi dan menata organisasi,” katanya.

Untuk menampung aspirasi terakhir dari masyarakat umum, menurut dia, RUU olahraga akan disosialisasikan dengan uji publik pada lima kota di Indonesia masing-masing Surabaya, Makassar, Denpasar, Bandung dan Padang. Uji publik ini dimaksudkan mengkonsultasikan pembentukan UU kepada publik, agar dapat diserap semaksimal mungkin dan aspirasitif sehingga UU Olahraga ini menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.

Heri mengharapkan, RUU Olahraga ini nanti bisa lolos dengan sempurna, karena sekarang banyak UU yang belum diaktifkan (masa transisi), setelah keluar Perpu yang menunda pelaksanaanya. Sebagai contoh, ia menunjuk, UU Ketanagakerjaan yang ditunda pelaksanaannya, karena ada Perpu, selain itu ada juga UU yang baru diberlakukan sudah direvisi, karena banyak kekurangannya seperti UU Yayasan. Ia menyatakan, pembuatan RUU olahraga ini dibuat, setelah melakukan studi banding ke Prancis, Australia dan Singapura, karena ketiga negara itu sistem pemerintahannya hampir sama dengan Indonesia, yang memiliki Departemen Pemuda dan Olahraga. “Hanya pebedaannya, di Prancis pemerintah menyediakan anggaran yang dirumuskan asosiasi-asosiasi atau klub-klub bidang olahraga dengan tenaga pelatih yang dibayar pemerintah bahkan pelatih klub mempunyai hak mengajukan pelatih,” katanya memberi contoh.

Heri mengaku terkesan dengan gagasan Gubernur Jatim yang juga Ketua Umum KONI Jatim H Imam Utomo yang meminta agar pembinaan cabang olahraga dibagi di setiap propinsi, agar lebih fokus, efisien dan prestasi bisa maksimal. Konsultasi publik ini diselenggarakan tiga lembaga yaitu Universitas Surabaya, Pemerintah Propinsi Jatim dan Ikatan Sarjana Olahraga Indonesia (ISORI) Jatim. (*/lpk)

Peraturan Perwasitan Dalam Permainan Bola Basket

Permainan Bola Basket dimainkan oleh dua regu yang berlawanan. Tiap-tiap regu yang melakukan permainan di lapangan terdiri dari 5 orang, sedangkan pemain pengganti sebanyak-banyaknya 7 orang, sehingga tiap regu paling banyak terdiri dari 12 orang pemain. Permainan Bola Basket dimainkan di atas lapangan keras yang sengaja diadakan untuk itu, baik di lapangan terbuka maupun di ruangan tertutup. Pada hakekatnya, tiap-tiap regu mempunyai kesempatan untuk menyerang dan memasukkan bola sebanyak-banyaknya keranjang sendiri untuk sedapat mungkin tidak kemasukan.

Secara garis besar permainan Bola Basket dilakukan dengan mempergunakan tiga unsur teknik yang menjadi pokok permainan, yakni : mengoper dan menangkap bola (pasing and catching), menggiring bola (dribbling), serta menembak (shooting). Ketiga unsur teknik tadi berkembang menjadi berpuluh-puluh teknik lanjutan yang memungkinkan permainan Bola Basket hidup dan bervariasi. Misalnya, dalam teknik mengoper dan menangkap bola terdapat beberapa cara seperti : tolakan dada (chest pass), tolakan di atas kepala (overhead pass), tolakan pantulan (bounce pass), dan lain sebagainya. Dalam rangkaian teknik ini, dikenal pula sebutan pivot yakni pada saat memegang bola, salah satu kaki bergerak dan satu kaki lainnya tetap di lantai seabgai tumpuan.

Teknik menggiring bola berkaitan erat dengan traveling, yakni gerakan kaki yang dianggap salah karena melebihi langkah yang ditentukan. Juga double dribble suatu gerakan tangan yang dilarang karena menggiring bola dengan kedua tangan atau menggiring bola untuk kedua kalinya setelah bola dikuasai dengan kedua tangan. Teknik menembak berkaitan erat dengan gerak tipu, lompat, blok dan lain sebagainya. Begitu banyak teknik permainan yang harus dikuasai oleh seorang pemain Bola Basket, sehingga sulit untuk diperinci satu-persatu dalam tulisan ini. Namun demikian, dengan menguasai ketiga unsur teknik pokok tadi serta beberapa lanjutannya, seseorang sudah dapat melakukan permainan Bola Basket, walaupun tidak sempurna.
Ketentuan bermain dan bertanding.

Seperti telah diuraikan di atas permainan Bola Basket dimainkan oleh dua regu, masing-masing terdiri dari 5 orang pemain. Wasit yang memimpin terdiri dari 2 orang yagn senantiasa berganti posisi. Waktu bermain yang resmi 2 x 20 menit bersih, tidak termasuk masa istirahat 10 menit, time out, dua kali bagi masing-masing regu tiap babak selama 1 menit, saat pergantian pemain dan atau peluit dibunyikan wasit karena bola ke luar lapangan atau terjadi pelanggaran/kesalahan seperti foul dan travelling. Apabila dalam pertandingan resmi (yang dimaksud disini bukan pertandingan persahabatan) terjadi pengumpulan angka sama, waktu diperpanjang sekian babak (tiap 5 menit) sampai terjadi perbedaan angka.

Khusus untuk permainan Mini Basket yang diperuntukkan anak-anak di bawah umur 13 tahun, diberlakukan peraturan tersendiri yang agak beda, antara lain : bola yang dipergunakan lebih kecil dan lebih ringan, pemasangan keranjang yang lebih rendah, waktu pertandingan 4 x 10 menit dengan 3 kali istirahat dan lainnya lagi seperti dalam hal penggantian pemain.

Peraturan permainan yang dipergunakan sangat tergantung daripada peraturan PERBAIS/FIBA mana yang berlaku. Misalnya pada tahun 1984, peraturan permainan yang berlaku adalah Peraturan Permainan PERBASI/FIBA tahun 1980 – 1984.

Alat-Alat Perlengkapan dan Lapangan

Berdasarkan Peraturan Permainan PERBASI/FIBA tahun 1980 – 1984, alat-alat perlengkapan dan lapangan terdiri dari :

1. Bola Basket

Terbuat dari karet yang menggelembung dan dilapisi sejenis kulit, karet atau sintesis. Keliling bola tidak kurang dari 75 cm dan tidak lebih dari 78 cm, serta beratnya tidak kurang dari 600 gram dan tidak lebih dari 650 gram. Bola tersebut dipompa sedemikan rupa sehingga jika dipantulkan ke lantai dari ketinggian 180 cm akan melambung tidak kurang dari 120 cm tidak lebih dari 140 cm.

2. Perlengkapan Teknik

2.1. Untuk pencatatan waktu diperlukan sedikitnya 2 buah stopwatch, satu untuk pencatat waktu dan satu lagi untuk time out.
2.2. Alat untuk mengukur waktu 30 detik

2.3. Kertas score (Scoring Book) untuk mencatat/merekam pertandingan.

2.4. Isyarat – scoring board, tanda kesalahan perorangan yakni angka 1 sampai dengan 5, serta bendera merah dua buah untuk kesalahan regu.
3. Lapangan

3.1. Lapangan Permainan

Berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 26 m dan lebar 14 m yang diukur dari pinggir garis batas. Variasi ukuran diperolehkan dengna menambah atau mengurangi ukuran panjang 2 m serta menambah atau mengurangi ukuran lebar 1 m. Di lapangan ini terdapat beberapa ukuran seperti : lingakaran tengah, dan lain sebagainya yang secara jelas dan terperinci akan diuraikan dalam gambar di bawah nanti.

3.2. Papan Pantul

Papan pantul dibuat dari kayu keras setebal 3 cm atau dari bahan transparant yang cocok. Papan pantul berukuran panjang 180 cm dan lebar 120 cm.. Tinggi papan, 275 cm dari permukaan lantai sampai ke bagian bawah papan, dan terletak tegak lurus 120 cm jaraknya dari titik tengah garis akhir lapangan.

3.3. Keranjang

Keranjang terdiri dari Ring dan Jala. Ring tersebut dari besi yang keras dengan garis tengah 45 cm berwarna jingga. Tinggi ring 305 cm dari permukaan lantai dan dipasang dipermukaan papan pantaul dengan jarak 15 cm. Sedangkan jala terdiri dari tambah putih digantung pada ring. Panjang jala 40 cm.

TEKNIK DASAR PERMAINAN BOLA BASKET

1. Dribbling (Menggiring bola)

Dribbling atau memantul-mantulkan bola (membawa bola) dapat dilakukan dengan sikapberhenti, berjalan atau berlari. Pelaksanaannya dapat dikerjakan dengan tangan kanan atau tangan kiri, seperti :
1. Dribble rendah

2. Dribble tinggi

3. Dribble lambat

4. Dribble cepat

2. Passing (Mengoper bola)

Macam-macam passing/operan dengan dua tangan :
1. The two hand chest pass : operan setinggi dada/ tolakan dada
2. The over head pass : operan atas kepala
3. The bounce pass : operan pantulan
4. The under hand passa : operan ayunan bawah
Macam-macam operan dengan satu tangan :
1. The side arm pass/the base ball pass : operan samping
2. The lop pass : operan lambung
3. The back pass : operan gaetan
4. The jump hand pass : operan lompat

Lemparan tolakan dada dengan dua tangan
Lemparan atau operan ini merupakan lemparan yang sangat banyak dilakukan dalam permainan. Lemparan ini sangat bermanfaat untuk operan jarak pendek dengan perhitungan demi kecepatan dan kecermatan dan kawan penerima bola tidak dijaga dengan dekat. Jarak lemparan ini antara 5 sampai 7 meter.

Lemparan samping

Lemparan samping berguna untuk operan jarak sedang dan jarak kira-kira antara 8 sampai 20 meter, bisa dilakukan untuk serangan kilat.

Lemparan di atas kepala dengan dua tangan

Operan ini biasanya digunakan oleh pemain-pemain jangkung, untuk menggerakkan bola di atas sehingga melampui daya raih lawan. Operan ini juga sangat berguna untuk operan cepat, bila pengoper itu sebelumnya menerima bola di atas kepala.

Lemparan bawah dengan dua dua tangan

Lemparan atau operan ini sangat baik dilakukan untuk operan jarak dekat terutama sekali bila lawan melakukan penjagaan satu lawan satu.

Lemparan kaitan

Operan kaitan sebaiknya diajarkan setelah lemparan-lemparan yang lain dikuasai. Operan ini digunakan untuk dapat melindungi bola dan mengatasi jangkauan lawan terutama sekali bagi lemparan yang lebih pendek dari panjangnya. Ciri lemparan ini : bola dilemparkan di samping kanan/kiri, terletak di atas telinga kiri/kanan dan penerima ada di kiri kanan pelempar. Di samping operan-operan tersebut di atas, masih ada lagi macam-macam operan yang pada hakekatnya adalah merupakan kombinasi dari operan tersebut di atas.

3. Shooting (Menembak bola ke ring)

Cara memasukkan bola atau menembak (shooting)
Bila dilihat dari posisi badannya terhadap papan maka dapat dibedakan :
1. Menghadap papan (facing shoot)
2. Membelakngi papan (back up shoot)
Sedang cara pelaksanaannya dapat dilakukan dengan sikap berhenti, memutar, melompat dan berlari.
3. Menghadap papan dengan sikap berhenti :
a. tembakan dua tangan dari dada (two handed set shoot)
b. tembakan dua tangan dari atas kepala (two handed over head set shoot)
c. tembakan satu tangan (one hand set shoot)
d. tembakan satu tangan dari atas kepala (one hand over head shoot)
4. Menghadap papan dengan sikap melompat
5. Menghadap papan dengan sikap lari
6. Membelakangi papan dengan sikap berhenti
7. Membelakangi papan dengan sikap melompat

Cara berputar (Pivot)
Memutar badan dengan salah satu kaki menjadi as/poros putaran (setelah kita menerima bola).
a. pivot kemudian dribble (membawa bola)
b. pivot kemudianpassing (melempar bola)
c. pivot kemudian shooting (menembakan bola)
Olah kaki atau gerakan kaki (foot work)
Keterampilan penguasaan gerak kaki di dalam hal :
a. dapat melakukan start dengan cepat dan berhenti dengan segera tanpa kehilangan keseimbangan
b. cepat mengubah arahgerak baik dalam pertahanan maupun dalam penyerangan.
Menggiring bola dapat dibagi dua :
a. menggiring bola tinggi, gunannya untuk memperoleh posisi mendekati basket lawan.
b. Menggiring bola rendah, gunanya untuk menyusup dan mengacaukan pertahanan lawan, dan menggiring bola dalam menghadapi lawan.

Demikian uraian dari Peraturan Perwasitan Dalam Permainan Bola Basket. Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan atau kekurangan .

Bola basket

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari

Sebuah pertandingan bola basket di Amerika Serikat.

Bola basket adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Bola basket sangat cocok untuk ditonton karena biasa dimainkan di ruang olahraga tertutup dan hanya memerlukan lapangan yang relatif kecil. Selain itu, bola basket mudah dipelajari karena bentuk bolanya yang besar, sehingga tidak menyulitkan pemain ketika memantulkan atau melempar bola tersebut.

Bola basket adalah salah satu olahraga yang paling digemari oleh penduduk Amerika Serikat dan penduduk di belahan bumi lainnya, antara lain di Amerika Selatan, Eropa Selatan, Lithuania, dan juga di Indonesia.

[sunting] Sejarah perkembangan

Basket dianggap sebagai olahraga unik karena diciptakan secara tidak sengaja oleh seorang pastor. Pada tahun 1891, Dr. James Naismith, seorang pastor asal Kanada yang mengajar di sebuah fakultas untuk para mahasiswa profesional di YMCA (sebuah wadah pemuda umat Kristen) di Springfield, Massachusetts, harus membuat suatu permainan di ruang tertutup untuk mengisi waktu para siswa pada masa liburan musim dingin di New England.Terinspirasi dari permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario,Naismith menciptakan permainan yang sekarang dikenal sebagai bola basket pada 15 Desember 1891.

Menurut cerita, setelah menolak beberapa gagasan karena dianggap terlalu keras dan kurang cocok untuk dimainkan di gelanggang-gelanggang tertutup, dia lalu menulis beberapa peraturan dasar, menempelkan sebuah keranjang di dinding ruang gelanggang olahraga, dan meminta para siswanya untuk mulai memainkan permainan ciptaannya itu.

Pertandingan resmi bola basket yang pertama, diselenggarakan pada tanggal 20 Januari 1892 di tempat kerja Dr. James Naismith. “Basket ball” (sebutan bagi olahraga ini dalam bahasa Inggris), adalah sebutan yang digagas oleh salah seorang muridnya. Olahraga ini pun menjadi segera terkenal di seantero Amerika Serikat. Penggemar fanatiknya ditempatkan di seluruh cabang YMCA di Amerika Serikat. Pertandingan demi pertandingan pun segera dilaksanakan di kota-kota di seluruh negara bagian Amerika Serikat.

Pada awalnya,setiap tim berjumlah sembilan orang dan tidak ada dribble,sehingga bola hanya dapat berpindah melalui pass (lemparan). Sejarah peraturan permainan basket diawali dari 13 aturan dasar yang ditulis sendiri oleh James Naismith. Aturan dasar tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.
  2. Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
  3. Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.
  4. Bola harus dipegang di dalam atau diantara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.
  5. Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau menjegal pemain lawan dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sanksi berupa pendiskualifikasian pemain pelanggar hingga keranjang timnya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak diperbolehkan.
  6. Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan (meninju), melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar hal-hal yang disebutkan pada aturan 5.
  7. Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan).
  8. Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol.
  9. Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasitlah yang akan melemparkannya ke dalam lapangan. Pelempar bola diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola dalam genggamannya. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi mereka sebuah peringatan pelanggaran.
  10. Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut. Wasit memiliki hak penuh untuk mendiskualifikasi pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam aturan 5.
  11. Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol yang terjadi.
  12. Waktu pertandingan adalah 4 quarter masing-masing 10 menit
  13. Pihak yang berhasil memasukkan gol terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang.

Pada Agustus 1936, saat menghadiri Olimpiade Berlin 1936, ia dinamakan sebagai Presiden Kehormatan Federasi Bola Basket Internasional. Terlahir sebagai warga Kanada, ia menjadi warga negara Amerika Serikat pada 4 Mei 1925.

Naismith meninggal dunia 28 November 1939, kurang dari enam bulan setelah menikah untuk kedua kalinya.

[sunting] Perkembangan

Permainan basket sudah sangat berkembang dan digemari sejak pertama kali diperkenalkan oleh James Naismith. Salah satu perkembangannya adalah diciptakannya gerakan slam dunk atau menombok, yaitu gerakan untuk memasukkan dan melesakan bola basket langsung ke dalam keranjang yang bisa dilakukan dengan gerakan akrobatik yang berkekuatan luar biasa.

“““““““““““““““““““““““““““`

Perwasitan Bola Voli
Written by martiana
Wednesday, 23 May 2007
Jakarta – Cabang olahraga bolavoli sudah menjadi cabang olahraga rakyat, dari kota-kota besar sampai ke pelosok desa, pria maupun wanita, tua – muda, setiap hari main bola voli.Federasi Bolavoli Internasional terbentuk tahun 1946, telah memasukkan cabang olahraga ini menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada Olympiade Tokyo 1964. Perkembangan permainan bolavoli, baik secara fisik, teknik, maupun taktik haruslah diikuti dengan perkembangan mutu perwasitannya.

Pedoman Umum Perwasitan Bolavoli

1)      Memimpin suatu pertandingan agar dapat berjalan lancar tanpa mengalami gangguan apapun.

2)      Dapat menafsirkan peraturan dengan tepat dan selalu konsisten dalam mengambil keputusan.

3)      Harus adil dan objektif – sesuai peraturan yang sudah disahkan PBVSI.

4)      Putusan tidak berdasarkan ramalam atau prasangka, tetapi merupakan kejadian yang nyata atau fakta benar-benar nyata terlihat wasit.

5)      Tempat sedekat mungkin dan lebih tinggi dari net. Posisi dapat mengamati medan dan seluruh pemain dengan baik dan jelas.

Syarat Menjadi Wasit Bolavoli

v     Berbadan sehat dan mempunyai fisik normal.

v     Mempunyai bakat menjadi seorang wasit.

v     Senang terhadap permainan bolavoli.

v     Serendah-rendahnya lulusan SLTP.

v     Berumur 20 – 40 tahun.

v     Berdedikasi tinggi

v     Anggota satu perkumpulan bolavoli.

v     Berstatus amatir.

Jenjang Wasit Bolavoli

  • Wasit perkumpulan
  • Wasit cabang wilayah
  • Wasit daerah/Pemda tingkat A dan B
  • Wasit nasional tingkat A, B, dan C
  • Wasit kandidat international

Perlengkapan Wasit

Pakaian Seragam :

  • Celana putih/hitam
  • Kaos putih polos atau hitam garis-garis putih pakai krah
  • Sepatu karet putih
  • Badge wasit sesuai klasifikasi:

Ø      kuning untuk cabang – dikeluarkan cabang

Ø      putih untuk Pemda – dikeluarkan Pemda

Ø      hijau untuk nasional – dikeluarkan PBVSI Pusat, dan

Ø      biru – untuk internasional – dikeluarkan IVBF

Komposisi Wasit

  1. Seorang wasit pertama (referee)
  2. Seorang wasit kedua (umpire)
  3. Seorang pencatat (scorer)
  4. 4 atau 2 orang hakim garis (linesmen)

Tugas, Kewajiban dan Wewenang Wasit Tugas Wasit

1)      Memimpin pertandingan agar berjalan lancar.

2)      Meningkatkan: keterampilan, kemampuan dan pengetahuan tentang perwasitan bolavoli.

3)      Menyebarluaskan peraturan pertandingan di masyarakat.

4)      Meningkatkan mutu perwasitan di masyarakat khususnya di Indonesia pada umumnya.

Kewajiban dan Wewenang Wasit

1)      Wajib memimpin pertandingan bolavoli baik di tingkat cabang, daerah, nasional maupun tingkat internasional.

2)      Tidak berhak memimpin pertandingan di atas sertifikat yang dimilikinya.

Prosedur Mewasiti

  • Wasit 1 dan 2 yang diperbolehkan meniup peluit selama pertandingan.
  • Wasit 1 memberi tanda memulai permainan (service).
  • Wasit 1 dan 2 : tanda bola mati setelah yakin ada pelanggarannya, tanda bola mati bertujuan untuk menunjukkan menyetujui atau menolak permohonan regu.
  • Wasit 1 : memberi peringatan, menjatuhkan hukuman.
  • Begitu wasit meniup peluit sudah harus dapat menunjukkan:

Ø      Sifat kesalahan dan isyarat tangan yang resmi.

Ø      Pemain yang bersalah

Ø      Giliran service, sekaligus menunjuk regu yang mendapat poin.

o             Isyarat dilakukan hanya seketika. Isyarat dilakukan dengan tangan untuk menunjuk satu kesalahan. Yang melakukan kesalahan ditunjuk. Menunjukkan giliran service, sekaligus memberi tanda poin dari kesalahan yang dibuat satu regu.

o             Kekuasaan Wasit 1

Ø      Memimpin pertandingan dari awal sampai akhir pertandingan.

Ø      Mempunyai kekuasaan penuh, termasuk upaya yang tidak tercantum dalam peraturan.

Ø      Kekuasaannya mutlak – dapat mengganti salah seorang petugasnya bila dianggap tidak melaksanakan tugasnya dengan baik.

Ø      Menentukan lapangan baik/buruk sebelum pertandingan.

o                   Wasit 1 dan 2 harus mengawasi bola, apakah bola tersebut telah memenuhi persyaratan sewaktu permainan berlangsung.

Tanggung Jawab Wasit 1

o                   Sebelum pertandingan :

Ø      Memeriksa sarana/prasarana pertandingan.

Ø      Melakukan tos.

Ø      Mengawali pemanasan.

o                   Selama pertandingan :

Ø      Mempunyai wewenang menentukan kesalahan: kesalahan pukulan servis, posisi regu, block, sentuhan pada net, menyentuh bola, di atas net beserta pita horizontalnya, simultan/bersamaan.

Ø      Jangan membiarkan suatu perdebatan atas pengajuan kapten.

Ø      Jika kapten tidak sepaham dalam penafsiran, dicatat di lembar score sheet, wasit 1 harus memberi pencatatan protes di akhir pertandingan.

o                   Sesudah pertandingan.

Ø      Menandatangani score sheet.

Ø      Langsung menuju ke ruang wasit.

Tugas Wasit 2

o                   Mengawasi posisi pemain selamaset itu berlangsung, pemindahan tempat waktu set penentuan.

o                   Mengawasi tindak tanduk anggota masing-masing regu yang duduk di bangku cadangan, kalau ada sesuatu harus dilaporkan ke wasit 1.

o                   Mencegah pemain cadangan melakukan pemanasan di area pertandingan.

o                   Mengawasi jumlah time out dan pergantian pemain.

o                   Menolak penghentian yang tidak layak; mengabulkan permohonan yang sah serta mengawasi waktunya.

o                   Menunjukkan kesalahan lain tanpa meniup peluit, tetapi tidak boleh menekan wasit 1.

o                  Menentukan diperlukan atau tidak pengeringan permukaan lapangan.

Pendidikan

Posted: November 3, 2009 in kuLiah, Uncategorized
Tag:

KTSP adalah semangat otonomi yang diberikan oleh pemerintah bagi  praktisi pendidikan untuk mendesain kurikulum sesuai dengan kebutuhan satuan tingkat pendidikan maupun daerah di mana satuan tingkat pendidikan tersebut berada. Pelaksanaan KTSP yang sarat dengan peraturan-peraturan administrasi-birokrasi yang mengikat tersebut diberikan kepada dunia pendidikan bukannya tanpa sebab. Pada hakekatnya peraturan tersebut adalah wujud dari kepatuhan pemerintah (dalam hal ini Departemen Pendidikan) terhadap Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003. Dalam Bab IX tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 36 menyebutkan bahwa Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala.

Sebagaimana diketahui, Undang-Undang adalah wujud dari keingingan ‘Rakyat’ yang dimanifestasikan oleh DPR. Oleh karenanya, Pemerintah tidak salah menerapkan KTSP. Karena KTSP adalah wujud dari kepatuhan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Kenapa pada praktiknya terjadi polemik? Hal ini disebabkan oleh penerjemahan dari Undang-Undang tersebut yang relative, dalam pengertian KTSP mempunyai subtansi yang dipandang dari sudut yang berlainan: pandangan semangat kontrol (sentralistis) dan pandangan semangat otonomi. Pandangan semangat kontrol ini terwujud dari begitu ketatnya aturan penerapan standar isi dan standar kompetensi yang diterapkan dalam desain pembelajaran oleh guru. Dan pada akhirnya, masih harus dievaluasi oleh Ujian Nasional. Pihak lain, diwakili oleh pakar dan praktisi pendidikan di luar Think Thank KTSP, melihat subtansi KTSP tidak lain adalah sebuah orientasi kerja administrasi-birokrasi yang keterlaluan, dan dengan semangat mengurui yang kental.

Polemik ini sebenarnya, menurut hemat penulis dapat ditengahi dengan pembagian bidang kerja administrasi-birokrasi dan bidang kerja akademik (sebagaimana digagas oleh Prof Mastuhu dalam bukunya Menata Ulang Pemikiran Sistem Pendidikan Nasional dalam Abad 21, 2002, Safiria Insania Press, Yogyakarta). Pendidikan sebagai kerja di bawah otorita kekuasaan lengkap dengan praktik administratif dan birokrasi yang imperative, sudah harus diganti orientasi baru yang sesuai dengan tantangan dan kebutuhan serta hakekat dari makna itu sendiri, yaitu harus dilaksanakan di bawah otorita akademik dan demokratik.

Di dalam kerja akademik yang dipentingkan adalah pengembangan proses berpikir atau metodologi mencari kebenaran dan proses pendewasaan berpikir, emosi dan spiritual. Meskipun demikian, hal tersebut tidak berati bahwa penyelenggara sekolah sama sekali tidak memerlukan otorita administrasi-birokrasi sebagai bagian otorita kekuasaan dari suatu organisasi. Dalam otorita penyelenggaraan sekolah, otorita administrasi-birokrasi diperlukan untuk menunjang dan menfasilitasi kelancaran proses pembelajaran. Hal ini berbeda dengan otorita administrasi-birokrasi dalam kerja kantor yang merupakan kekuatan inti bagi penyelenggaraan suatu kantor non-kependidikan. Secara kekuasaan birokrasi-administrasi, sekolah memang harus tunduk pada supersistem di atasnya, namun secara akademik tidak mengenal hirarki kekuasaan.

Untuk menuju pendidikan yang bermutu diperlukan penyelenggaraan pendidikan di bawah otorita akademik dan ditunjang dengan sistem birokrasi-administrasi sekolah yang benar-benar bermutu. Penyelenggaraan di bawah otorita akademik dan sistem birokrasi administrasi pendidikan dapat tercapai apabila perangkat-perangkat penyelenggara pendidikan mempunyai wawasan akademik dan paradigma akademik yang progresif.

Sekolah harus melakukan pembaruan dalam penyelenggaraannya di mana kerja akademik harus ditonjolkan dan menjadi basic kerja. Birokrasi administrasi harus berparadigma akademik. Untuk mencapai penguatan Kerja Akademik di Lembaga Pendidikan diperlukan kerja keras mengikuti alur pendekatan sistem dalam pendidikan. Sekolah memiliki otonomi dalam mengelola lembaganya, hendaknya menjadikan proyek penguatan kerja akademik ini sebagai salah satu langkah membangun pendidikan menjadi lebih baik, dan pada gilirannya melahirkan generasi cakap, anggun dan bermoral.

Secara praktis, pemerintah perlu menegaskan ulang bahwa pengembangan pendidikan harus mengakomodasi dua orientasi ini, yaitu orientasi kerja pendidikan birokrasi-administrasif dan orientasi akademik. BNSP, dalam hal ini hendaknya membagi dua bidang kerja tersebut secara ketat, sehingga didapat kejelasan mana kerja administartif dan mana kerja akademik. Dengan praktik seperti ini, kurikulum pendidikan dasar dan menengah dapat dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah.

Dengan paradigma baru ini, maka ujian nasional masih tetap menjadi standar kelulusan yang pertama, namun yang kedua. Dalam pengertian, ujian nasional adalah kerja administratif untuk melihat sejauh mana pencapaian standar minimal pendidikan yang telah dicapai, bukan penentuan apakah siswa layak diluluskan atau tidak. Kelulusan siswa adalah kerja akademik yang merupakan hak guru untuk menentukannya. Tentu guru yang menentukan kelulusan ini pun dikontrol oleh suatu sistem yang menegaskan bahwa guru tersebut adalah guru yang bermutu.

Lebih jauh, KTSP adalah hasil kerja panjang dari para pakar dan praktisi pendidikan yang diorganisasi oleh pemerintah, oleh karenanya sikap yang bijak dari Kelas merupakan tempat untuk melaksanakan dan menguji kurikulum. Di sana semua konsep, prinsip, nilai, pengetahuan, metode, alat, dan kemampuan guru diuji dalam bentuk perbuatan, yang akan mewujudkan bentuk kurikulum yang nyata dan hidup. Perwujudan konsep, prinsip, dan aspek-aspek kurikulum tersebut terletak pada guru. Oleh karena itu, gurulah pemegang kunci pelaksanaan dan keberhasilan kurikulum. Dialah sebenarnya perencana, pelaksana, penilai, dan pengembangan kurikulum sesungguhnya.

 

Kecanggihan Otak-Mu

Tahukah kamu betapa canggihnya otak yang kau punya? Masak sih…? Buktinya mana, pasti itu yang kamu tanyakan. Ketahuilah bahwa otak manusia sangat luar biasa. Dengan 100 milyar sel syaraf, otak kamu bisa menggunakan sekitar 100 milyar bit informasi atau setara dengan 500 ensiklopedia wow…… Pikiran manusia normal, bila diasah, sesungguhnya dapat bergerak dengan kecepatan lebih dari 300 mil per jam. Dalam 24 jam, manusia bisa mengembangkan 4.000 pikiran. Karena itu, banyak istilah yang diberikan untuk menggambarkan otak manusia, misalnya ”raksasa yang sedang tidur”, ”seperangkat mesin kompleks di jagad raya”, ”wilayah terbesar di dunia yang belum tergali”, atau ”superkomputer biologis”.

Kecanggihan lainnya yaitu ternyata otak manusia bahkan dapat memperbaiki dirinya sendiri. Selama Perang Dunia II, 10.000 tentara tertembak di bagian kepala sehingga otaknya mengalami kerusakan. Mereka dirawat di Inggris. Para dokter menemukan fakta bahwa manusia bisa memprogram kembali bagian sisa otak yang sehat agar bisa mengambil alih tugas bagian otak yang rusak atau hilang.

Lantas pertanyaan senjutnya adalah kenapa kita suruh menghapal pelajaran dikit aja rasanya susah banget? Jawabannya karena manusia hanya memakai sepersekian persen dari kapasitas otak yang mereka miliki. Para ahli mengatakan bahwa manusia tidak memakai lebih dari 10% kemampuan otaknya, itu karena umur manusia singkat, sehingga sel-sel otak tersebut tidak lagi berkembang sesuai kapasitasnya karena mulai menurun secara bertahap menjelang usia semakin tua (degenerative cell), dan akhirnya proses regenerasi sel otak tersebut terhenti pada saat seseorang mati. Perkembangan sel otak itu pada dasarnya dapat bersifat unlimited atau  tak terbatas apabila manusia hidup kekal, andaikata manusia tidak mati diumur 70 tahun (rata-rata umur hidup manusia) melainkan sanggup hidup kekal maka seluruh kemampuan otaknya akan dipakai secara maksimal dan optimal. Coba bayangkan jika manusia hidup sampai umurnya 1000 tahun saja, maka dapat dipastikan kemampuan otak manusia akan berkembang selama itu juga.

Sangat menarik, catatan kitab suci mengatakan bahwa nenek moyang manusia (Adam) sebelum dia mati, Adam mencapai umur 930 tahun. “Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.” Contoh simple saja, seorang yg ingin meraih gelar sarjana membutuhkan waktu untuk kuliah sekitar 5 tahun, melanjutkan S2 membutuhkan waktu sekitar 2 tahun lagi, dan untuk meraih gelar doktor sekitar 3 tahun lagi, maka total waktu yang dibutuhkan adalah sekitar 10 tahun. Itu hanya untuk satu bidang disiplin ilmu. Coba bayangkan kalau umur seseorang bisa mencapai 1000 tahun, maka dia bisa meraih gelar doktor untuk kira-kira 80 bidang ilmu yang berbeda, dahsyat bukan…?. Maka bisa dibayangkan otak orang yang berumur 1000 tahun pasti akan menggunakan kemampuan otaknya lebih dari 10%.

Majalah Scientific American, edisi November 2005, memuat satu artikel tentang hasil penelitian terkini mengenai kapasitas otak dalam menyimpan informasi. Artikel itu mengatakan Untuk bisa mengisi penuh “hard disk” otak maka kita harus belajar satu hal baru setiap detik selama sekitar 30 juta tahun. Bayangkan, dibutuhkan waktu sekitar 30 juta tahun untuk mengisi full memory otak manusia.

Jika kamu tanya,hebat mana otak manusia dengan komputer? Otak manusia tidak bisa disamakan dengan produk ciptaan orang di bumi ini seperti komputer atau apapun. Ada seorang ahli yg mengatakan bahwa bahkan struktur otak seekor lalat saja jauh lebih rumit daripada struktur multi processor komputer yang tercanggih buatan para pakar komputer, apalagi jika dibandingkan dengan otak manusia yang berisi milyaran sel neuron, sangat jauh sekali. Seorang lalat buah memiliki 100.000 sel otak aktif. Seekor tikus memiliki 5 juta. Seekor kera  memiliki 10 miliar. Dan manusia memiliki sekitar 100 miliar sel otak aktif sejak lahir.

Kesimpulannya adalah sebenarnya kamu sudah memiliki alat paling canggih dan sangat spektakuler jadi santai saja tidak perlu minder dan berkecil hati. Sekarang kamu tinggal mengoptimalkan kerja otak yang kamu miliki agar memiliki hasil yang optimal. Lalu bagaimana cara kamu agar dapat mengopimalkan kemampuanmu yang luar biasa itu ? Tony buzan, seorang pakar psikologi dan memori, mengatakan “ kamu dapat menggunakan pikiran kamu secara maksimal dengan mempelajarinya terlebih dahulu. Mula-mula katahuilah dari apa ia dibuat. Bagaimana cara kerjanya.bagaimana cara kerja memory ? bagaimana caa konsentrasi belajar? Bagaimana cara kerja proses berpikir kreatif? Dengan demikian, kamu telah mulai memeriksa dan menjelajahi diri kamu sendiri.

Untuk memulai mengukur diri kamu sendiri, ini pertanyaan PR buat kamu, sampai sekarang berapa persen kemampuan otakmu yang telah kamu gunakan ?

 

 

Apa Aja Sih Bagian-Bagian Otak

Kamu pasti sering kali mendengar kata “bodoh”. Apakah orang yang disebut bodoh, memang bodoh? Sesungguhnya di dunia ini tidak ada yang bodoh. Mengapa? Karena kapasitas otak manusia dengan manusia lain adalah sama dan tetap. Bedanya hanya pada penggunaan kapasitas tersebut. Jadi, semua manusia sesungguhnya sama pintar dan sama “bodoh”nya. Hanya bedanya, pada penggunaan kepintaran dan kinerja otak. Makanya kamu perlu tahu bagian-bagian otak agar bisa mengetahi kinerja dan cara mengoptimalkannya.

Tingkatan otak

Menurut Dr. Paul Mac Lean, mantan direktur Laboratorium Otak dan Perilaku pada Institut Kesehatan Mental Amerika Serikat, otak manusia merupakan sebuah kesatuan yang terdiri dari 3 bagian. Pertama, batang otak, berada di bagian dasar kepala manusia. Fungsinya adalah untuk mengontrol instink-instink primitif seperti pernafasan, detak jantung, respon reflektif seperti ”lawan dan lari” saat menghadapi bahaya, dan kemarahan. Otak jenis ini terdapat juga pada hewan-hewan seperti kadal dan buaya. Karena itu, Mac Lean menyebutnya sebagai otak reptil.

Kedua, sistem limbik, yaitu bagian tengah otak yang membungkus otak reptil. Bagian otak ini dijumpai juga dalam hewan-hewan mamalia sehingga Mac Lean menyebutnya otak mamalia. Bagian otak ini mengendalikan emosi (rasa senang, rasa marah, dan lain-lain) dan menjaga stabilitas dalam tubuh manusia (dinamika hormonal, rasa lapar dan haus, nafsu seks, dan kekebalan tubuh). Inilah bagian otak yang diprogram untuk memerintahkan seorang bayi atau sekor anak domba atau anjing secar alamiah untuk menyusu pada ibunya segera setelah lahir. Dan seperti seperti dijelaskan diatas, jelas sekali  bahwa pusat emosi dan seksual otak kamu berhubungan erat dengan bagian-bagian otak yang berurusan dengan penyimpanan memori. Makanya kamu dapat mengingat banyak hal dengan lebih baik ketika kamu telibat secara emosional seperti cinta pertama kamu.

Ketiga, neokorteks atau otak berpikir. Inilah bagian otak yang membedakan manusia dengan hewan. Neokorteks berhubungan dengan kemampuan melihat, mendengar, mencipta, berbicara, berpikir. Dengan otak ini, manusia menjadi makhluk cerdas yang tiada duanya di alam semesta ini.

 

Otak Kiri dan Otak Kanan

 

Otak manusia terdiri dari dua belahan, kanan dan kiri. Kebenaran mengenai hal ini sebenarnya sudah dipahami oleh orang Mesir kuno, yaitu ketika mereka mengetahui bahwa otak kiri mengendalikan dan menerima sensasi dari sisi kanan tubuh kita dan demikian pula sebaliknya. Menurut riset, kedua bagian otak itu terhubung dengan jaringan super kompleks yang terdiri dari 300 juta neuron.

Profesor Roger Sperry dari Universitas California melakukan penelitian mendalam mengenai otak kanan dan otak kiri manusia. Menurutnya, otak kiri memampukan manusia berpikir logis, runtut, analitis, matematis, dan sistematis. Dengan otak kiri, manusia mengembangkan pemikiran-pemikiran secara bertahap dan akumulatif. Ini disebut sebagai proses berpikir linear.

Sedangkan otak kanan memampukan manusia berpikir kreatif. Otak kanan memampukan manusia berpikir tentang ide-ide abstrak seperti etika dan estetika. Otak kanan berproses kreatif dengan menggunakan irama, musik, kesan visual, warna, dan gambar. Otak kanan memampukan manusia berpikir secara menyeluruh sehingga disebut sebagai proses berpikir global.

Komputer hanya bisa bekerja seperti otak kiri manusia, tetapi tidak bisa bekerja seperti otak kanan manusia. Ini yang membuat manusia lebih unggul dari komputer tercanggih sekalipun di dunia.

Salah satu contoh bahwa manusia mampu mengalahkan computer secanggih apapun yaitu suatu kali, grandmaster Garry Kasparov ditandingkan dengan sebuah komputer yang dirancang khusus untuk bermain catur dengan canggih. Deep Blue, demikian nama komputer itu, mempunyai kemampuan yang luar biasa. Sekalipun Kasparov sempat kalah, ia mampu bermain seri atau sama kuat (draw) dengan Deep Blue. Bahkan, Kasparov sempat bisa mengunggulinya. Secara teknis, kapasitas Deep Blue jauh lebih unggul (lihat tabel). Mengapa Kasparov bisa menang? Para ahli mengatakan bahwa ada satu hal yang tidak dipunyai oleh komputer, yaitu ”intuisi”.

 

Perbandingan Kapasitas otak Kasparov dan komputer Deep Blue

Unsur Elo rating Prosesor Evaluasi posisi Teknik
Garry Kasparov

 

2.775

 

100 milyar syaraf otak

 

2 langkah per detik

 

Rasio dan intuisi

 

Deep Blue

 

2.450

 

256 co-processor

 

100 juta langkah per detik

 

Mekanisme mesin

 

 

Apa sebabnya Garry Kasparov bisa mengalahkan komputer super canggih Deep Blue? kareana Otak kanan memungkinkan manusia berpikir kreatif secara intuitif tanpa melalui proses-proses berpikir logis yang sistematis. Sebagai contoh, adalah pada pemain bulu tangkis yang hebat. Taufik Hidayat dapat bereaksi cepat dan benar dalam hitungan detik. Terkadang, langkah-langkahnya tidak logis, tetapi cermat dan tepat. Dalam hal ini, ia berpikir intuitif dengan kekuatan otak kanannya. Orang yang kreatif adalah orang yang mampu mengembangkan kedua belah otaknya. Jadi kedua belahan otak ini bisa dioptimalkan saat kamu belajar dengan cara menggunakan keduanya dengan bersamaan. Salah satu yang bayak dianjurkan oleh para ahli yaitu dengan cara belajar sambuil mendengarkan musik, sehingga kedua otak bekerja bersamaan dan bisa memaksimalkan penyerapan informasi oleh otak.

Gelombang Otak

Ternyata, otak manusia juga memancarkan beberapa jenis gelombang, ini yang disebut gelombang otak. Itu adalah semacam impuls-impuls listrik lemah yang dapat diukur dengan jelas oleh alat berupa electro-encephalograph machine (EEG). Ada 4 jenis gelombang otak (lihat tabel).

 

Karakteristik Keempat Gelombang Otak

Nama Alfa Beta Delta Teta
Ciri Relaksasi dan meditasi Pikiran sadar

 

Tidur lelap tanpa mimpi Lamunan saat akan tidur
Siklus 8-12 siklus 13-25 siklus 0,5-3 siklus 4-7 siklus
Fungsi Berkhayal

 

Berpikir, berbicara, beraktifitas

 

Istirahat

 

Memproses informasi hari itu dan menggali inspirasi

 

Data tentang gelombang di atas menunjukkan bahwa tiap gelombang otak manusia mempunyai fungsinya masing-masing. Banyak peneliti yang kini yakin bahwa manusia dapat menyerap informasi jauh lebih cepat dan efektif ketika otak kita berada dalm keadaan “waspada relaks”. Saat bersantai atau bermeditasi, gelombang Alfa membawa kita berkhayal, berfantasi, dan akhirnya menemukan atau mencipta ide-ide kreatif. Pada saat hendak tidur, gelombang Teta mengalir sehingga kita bisa melakukan evaluasi dan menangkap inspirasi-inspirasi baru.

Menurut penelitian, doa dan meditasi bisa meningkatkan aliran gelombang Alfa dalam otak kita. Dr. A. Kasamatsu dan T. Hirai dari Universitas Tokyo menemukan bahwa pendeta-pendeta Zen yang bermeditasi dengan mata setengah terbuka mampu mengembangkan gelombang Alfa dalam otak mereka. Penelitian electroencephalogram yang dilakukan Universitas Harvard  juga menyimpulkan bahwa meditasi yang digabung dengan teknik ”sugestologi” dapat mengembangkan kemampuan kreatif dalam otak. Teknik ”sugertologi” adalah teknik berpikir dan berkata-kata positif sambil memusatkan pikiran (fokus). Maka dari itu perbanyak ibadah dan berpikir positif maka akan meningkat kinerja otak kamu.

 

 

 

 

Kemampuan Otak Kamu

Cara otak kamu menyimpan informasi

Otak menyimpan informasi dalam bentuk pola, misalnya kamu disuruh menyebutkan jenis-jenis apel maka kamu akan menjelaskan : apel Washington, apel selandia baru, apel malang dan lain sebagainya dari memorimu tentang “apel”. Jika kamu diminta untuk menyebutka nama-nama buah yang kamu tahu maka kamu akan menyebutkan apel, jeruk, pir dan anggur. Dan menyimpan klasifikasi itu dalam memorimu tentang buah. Jadi otak mengklasifikasikan informasi dalam berbagai file penyimpanan seperti sebuah perpustakaan, ndeks buku  atau rujuakan buku.

Otak menyimpan iinformasi dengan menggunakan asosiasi. Otak setiap orang memiliki sebuah korteks asosiasi. Ia dapat mengghubungkan sesuatu yang mirip, dari berbagai bank memori. Belajar menyimpan informasi dalam pola-pola dan dengan asosiasi yang kuat adalah langkah pertama menuju pengembangan kemampuan otak yang belum dimanfaatkan.

Mengenal cara otak menyimpan informasi ini sebenarnya merupakan salah satu kunci untuk memeperbaiki daya ingat kamu. Mengasosiasikan sesuatu dengan citra yang kuat akan membantumu mengingat sesuatu dengan lebih mudah. Seperrti dari mana kamu mengingat warna pelangi, kalo bukan dari lagu pelangi……….pelangi……alangkah indahnya merah, kuning, hijau di langit yang biru. Seluruhnya disimpan di otak kanan yang berurusan dengan rima?

Mark Gluck, Ph.D. mengatakan bahwa bagian otak yang bernama hippocampus berfungsi mengembangkan daya ingat. Menurut Dr. Murray Grossman dari Pusat Medis Universitas Pennsylvania, ada 5 jenis memori.

  1. Memori kerja, yaitu ingatan jangka pendek.
  2. Memori implisit, yaitu ingatan untuk melakukan sesuatu seperti mengemudi mobil dan berenang.
  3. Memori remote, yaitu ingatan jangka panjang mengenai berbagai topik yang luas. Memori episodik, yaitu ingatan mengenai pengalaman pribadi yang khusus.
  4. Memori semantik, ingatan tentang kata-kata dan simbol-simbol.

Otakmu juga butuh makan

Seperti mesin-mesin kompleks yang lainnya, otak kamu juga butuh energi. Dan itu akan didapatkan dari makanan yang kamu makan. Jika makanan yang kamu makan berenergi rendah, ia tidak dapat bekerja dengaan baik.berilah ia makanan beenergi tinggi, hingga komputer pribadi kamu dapat bekerja dengan mulus dan efesien.Otak memebutuhkan banyak glukosa. inilah sebabnya buah segar dan sayuran sanagt penting.mereka sangat kaya glukosa.

Otak mengirim pesan ke seluruh tubuhmu dengan cara yang unik, yakni melalui miliaran sel dimana pesan mengalir ke tubuh secara elektrik dan kimiawi. Setiap pesan bergerak seperti listrik disepanjang akson sel otak, lalu berubah menjadi aalirqan kimiawi ketika meloncat melalui titik hubung ke sel lain. Para ahli menyebutnya sinanpsis. Untuk mengirim pesan tersebut, otak kamu mula-mula harus menghasilkanj listrik.

Dan sumber listrik otak itu adalah makanan yang dikomnbinasikan dengan oksigen. Tentu saja, kamu mendapat oksigen melalu pernapasan. Ini sebabnya bernapas dalam-dalam sangat disarankan sebelum dan selama belajar: untuk mengoksidasi darah anda. Dan itulah sebabnya olahraga tidak hanya baik untuk tubuh kamu, tetapi juga baik untuk otak kamu. Ia memperkaya daarah kamu dengan oksidasi.

Ada beberapa jenis  makanan yang baik untuk otak, hamper semua buah kaya akan akaliaum yang baik untuk otak. Khususnya pisang, jeruk, apokat,melon dan buah persik. Begitu pula kentang, tomat dan labu. Bagi yang cewek-cewek jangan cemas, memberi makan otak juga bisa sambil menjaga diet. Sebaiknya lakukanlah hal-hal dibawah ini:

  1. Sarapan pagi, lebih baik dengan mengkonsumsi banyakbuah-buah segar.
  2. Makan sianglah dengan baik,disarankan untuk mengonsumsi salad sayuran yang segar.
  3. Jadikan ikan, kacang, dan sayuran sebagai “lemak nabati utama dalam diet kamu.
  4. Berolahragalah secara teratur untuk mengoksidasi darah
  5. Bersihkan diri dari racun dengan minum bnayak air putih

Revolusi cara belajar, the learning revolution, Gordon Dryde & Dr. Jeannette Vos, kaifa, 2000, Bandung.

 

*) Haryadi Baskoro, S.Sos, MA, M.Hum, Th.D (cand) adalah aktivis Pelangi Institute, penulis dan peneliti bidang kebudayaan.

Tags: kreatif, manusia, potensi

Category: Artikel Entrepreneurship

http://pelangiinstitute.com/?p=52

 

http://rotogu.blogspot.com/2007/06/kecanggihan-otak-manusia.html

 

Menggali Potensi Kreatif Manusia

Sunday, November 16th, 2008 | Author: haryadi

 

 



rRounders adalah permainan bola kecil dengan teknik dasar yang hampir sama dengan permainan kasti yaitu melempar, menangkap, dan memukul ditambah dengan ketrampilan mengetik dan menghindari sentuhan bola.
A. Istilah Alam Permainan Rounders
Ball : Bola yang dilemparkan pelambung salah, yaitu bola tidak berada di atas tempat untuk memukul.
Strike : Bola yang dilemparkan pelambung benar, yaitu bola yang dilemparkan meluncur di atas tempat pemukul antara lutut dan bahu pemukul.
Out : Bola yang dipukul jatuh di luar garis batas pelari.
Base : Tempat hinggap bagi seorang pemukul atau pelari.
Pitcher : Pelambung, dari regu jaga.
Catcher : Penangkap bola/penjaga belakang dari regu jaga.
Home Base : Base tempat memukul bola.
Mengetik : Mematikan lawan dengan cara menyentuh bola.
Membakar : Mematikan lawan dengan memegang bola sebelum pemain sampai di base.
Home Run : Pemukul dengan pukulannya sendiri dapat kembali ke ruang bebas secara langsung.
B. Lapangan Rounders

C. Pemain Dalam Rounders
 Pelambung (Pitcher)
 Pitcher adalah pemain yang bertugas melempar bola kepada pemukul.
 Bola harus dilemparkan dengan kuat, cepat dan tepat berada di atas home base.
 Untuk mendapatkan lemparan bola yang keras dan cepat, pitcher harus melemparkan bola dengan ayunan penuh.
 Penangkap/penjaga (Catcher)
 Catcher adalah penangkap belakang yaitu salah seorang penjaga yang ditugaskan khusus menangkap bola di belakang home base.
 Pemukul (Batter)
 Ketentuan bagi pemukul (batter) adalah sebagai berikut :
1. Pemukul harus berlari jika :
a. Hasil pukulan pertama strike (baik)
b. Pukulan ketiga tidak kena tetapi wasit mengatakan strike (baik)
c. Pelari waktu lari menuju base dihalang-halangi oleh penjaga, maka pemukul bebas menuju base yang telah ditentukan oleh wasit.
Jika pitcher sudah empat kali melambungkan bola salah dan tidak dipukul, maka pemukul dipersilahkan melakukan free walk.
2. Bola baik (strike) meskipun :
a. Dipukul kena atau tidak kena oleh pemukul.
b. Tidak dipukul oleh pemukul.
c. Dipukul salah (out/keluar) oleh si pemukul.
3. Bola diangkap mati jika :
a. Bola hilang.
b. Bola sudah dipegang oleh pitcher dan siap dilemparkan kepada pemukul.
c. Bola out
Pada waktu bola mati, semua pelari tidak boleh meninggalkan base yang ditempati.
4. Pelari dianggap mati jika :
a. Pada waktu lari tidak menginjak base.
b. Melewati pelari yang ada di depannya.
c. Jika base yang dituju telah dibakar oleh penjaga.
d. Mengganggu penjaga yang sedang menangkap bola.
D. Cara Mematikan Lawan
 Cara mengetik yaitu dengan menyentuhkan bola ke tubuh pemain pemukul sebelum dia mencapai base.
 Cara membakar yaitu dengan menginjakkan kaki pada base yang dituju pelari sambil memegang bola.

Peraturan Permainan Rounders

Permainan rounders memiliki peraturan-peraturan yang harus diperhatikan. Berikut beberapa peraturan yang harus dijalankan dalam permainan rounders. Peraturan ini dibuat dengan tujuan agar dalam permainan dapat berjalan dengan baik dan sportif. Peraturan-peraturan tersebut, yaitu:

  • Permainan rounders dimainkan oleh dua regu, setiap regu terdiri atas 12 pemain, dengan pemain cadangan sebanyak 6 orang.
  • Sebelum permainan dimulai, diadakan undian. Regu yang memenangkan undian berhak memilih menjadi regu pemukul atau regu jaga.
  • Pemukul diberi kesempatan memukul sebanyak 3 kali, apabila pukulan pertama atau kedua baik, ia harus berlari menuju base.
  • Urutan memukul bola sesuai dengan nomor yang telah ditentukan.
  • Pemukul yang antre di belakangnya tidak boleh mendahului pemukul di depannya.
  • Setiap base hanya boleh diisi oleh satu orang pemain saja.
  • Setiap pemain regu pemukul berpindah base, regu jaga boleh mematikan dengan cara mengetik atau membakar base.
  • Lama permainan rounders ditentukan oleh inning. Satu inning, yaitu satu kali menjadi regu pemukul dan satu kali menjadi regu penjaga. Untuk peraturan resmi permainan dilakukan dalam 7 inning.

Pertukaran tempat terjadi apabila:

1. Regu penjaga berhasil mematikan regu pemukul sebanyak 6 kali.

2. Regu penjaga berhasil menangkap bola yang dipukul regu pemukul sebanyak 5 kali.

  • Kemenangan diraih oleh regu yang berhasil mengumpulkan jumlah poin yang paling banyak.

Cara menentukan nilai atau angka, yaitu:

1. Setiap base yang dilewati pemain mendapat angka 1.

2. Jika dibakar atau terkena tik, tidak mendapat nilai pada base tersebut.

3. Apabila dapat kembali ke ruang tunggu dengan pukulan sendiri dan setiap base selamat maka akan mendapat angka 6. Baca entri selengkapnya »

Gambar  —  Posted: September 21, 2013 in kuLiah
Tag:

Gambar  —  Posted: September 21, 2013 in kuLiah
Tag:

smp 1 kencong

Gambar  —  Posted: September 21, 2013 in kuLiah
Tag:, , , ,

flsn 2010

smp 1 kencong

Gambar  —  Posted: September 11, 2013 in kuLiah
Tag:

foto kegiatan kelas cabor

Gambar  —  Posted: Agustus 3, 2013 in kuLiah
Tag:, ,

 

junior high school smp 1 kencong-jember SMP Negeri 1 Kencong-jember turut mencerdaskan anak bangsa dengan mengesplorasikan seni tari tradisional jejer gandrung dari banyuwangi. Tarian ini ditampilkan siswi smpn 1 kencong-jember dalam rangka pensi yang dihadiri oleh kepala dinas jember, kepala sekolah se-jember selatan, dewan guru, orang tua murid kelas IX dan lulusan tahun 2012-2013.

Tari jejer gandrung merupakan salah satu tari tradisional yang berasal dari daerah Kabupaten Banyuwangi. Kata Jejer Gandrung itu sendiri berasal dari bahasa osing (bahasa asli banyuwangi) yang artinya “Jejer” adalah ditampilkan dan “Gandrung” adalah senang. Jadi arti kata jejer gandrung ini adalah tari yang ditampilkan untuk menyambut tamu-tamu atau undangan yang berkunjung ke Banyuwangi.Tari jejer gandrung berasal di daerah Kemiren yaitu didaerah kaki gunung Ijen. Tari ini dimainkan oleh beberapa remaja putri dengan serasi, elok dan menawan.

semoga dengan adanya kegiatan seperti ini dapat bermanfaat dan semoga bisa digalakkan oleh seluruh sekolah yang ada di indonesia.amin

Gambar  —  Posted: Juli 1, 2013 in kuLiah
Tag:,